Saham Persija Jakarta di Caplok Bakrie Grup?

Saham Persija Jakarta di Caplok Bakrie Grup?

Perubahan terjadi dalam kepemilikan saham Persija Jakarta pada tahun ini. Ferry Paulus yang kini adalah CEO Macan Kemayoran sama sekali tidak mempunyai saham.

Sedangkan, pada tahun lalu Ferry masih mempunyai saham sebesar 15 persen di Persija. Akan melainkan, ia memutuskan untuk melepas semua saham yang dimilikinya kepada PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH).

Menurut data yang ada, Joko Driyono selaku Plt ketua awam PSSI membatasi 95 persen saham di PT JIH. Artinya, pria yang karib disapa Jokdri hal yang demikian adalah dalang utama yang mempunyai klub asal ibu kota itu.

Secara administrator, Persija tidak berada lantas di bawah naungan PT JIH, melainkan PT Persija Jaya Jakarta. Tapi, perseroan terbatas yang diceritakan terakhir itu saham mayoritasnya telah dikendalikan oleh PT JIH.

Keputusan Ferry, melepas semua saham yang dikuasainya ke perusahaan yang dikendalikan Jokdri, telah pertimbangkan secara matang. Rencana mengerjakan initial public offering (IPO), atau melantai di bursa saham jadi penyebabnya.

“Akta perubahan terbaru tanggal 9 Februari kemarin [2019], per tanggal itu saham saya nol. Ada yayasan [Yayasan Persija Muda] memiliki 1 persen. Sementara 99 persen punya PT JIH,” kata Ferry.

Ferry melanjutkan akan ada perubahan kembali dalam komposisi saham di PT JIH. Diduga karena status tersangka yang kini disandang Jokdri dalam kasus pencurian, penghancuran, penghilangan barang bukti, serta perusakan garis polisi.

Tapinya, Ferry mempersembahkan dilema yang dialami Jokdri, bukan penyebab utamanya. Tapi, karena murni bisnis sehingga PT JIH bakal melepas sahamnya ke orang yang benar-benar dalam mengelola Persija secara baik.

“Ini juga akan masih dinamis, karena memang persiapan IPO membutuhkan satu restrukturing yang bagus dalam sisi orang-orang yang expert yang berada di sana. Nanti di dalam saham PT JIH itu akan ada beberapa orang yang tentunya memiliki nilai jual dari sisi perencanaan IPO.”

Keputusan mengejutkan dijalankan Gede Widiade dan Rafil Perdana pada permulaan tahun 2019. Sedangkan, mereka sukses mengantarkan Persija meraih tiga gelar adalah Boost Sports Super, Piala Presiden, sampai Liga 1 pada musim lalu.

Gede yang adalah direktur utama memutuskan mengundurkan diri. Langkah serupa juga diambil Rafil yang sebelumnya menjabat sebagai COO klub asal ibu kota hal yang demikian.

Alasannya, karena kedua orang hal yang demikian telah menuntaskan sasaran yang diberikan manajemen. Makanya, mereka memutuskan untuk meninggalkan jabatan di Persija.

Kokoh Afiat dipercaya membatasi jabatan yang ditinggalkan Gede. Kokoh bukanlah orang baru di Persija, karena ia juga mempunyai saham di PT JIH bersama Jokdri.

Jajaran komisaris dan direksi di Persija juga mengalami perubahan. Sharif Cicip Sutardjo, Ambono Janurianto, Bambang Irawan Hendradi, dan Marudi Surachman, dipercaya membatasi jabatan komisaris. Andre Rizki Makalam dan Fandrizal Rabain ditunjuk sebagai direksi.

Orang-orang yang diceritakan di atas ada kaitannya dengan Bakrie. Cuma, Sharif Cicip yang berstatus politikus dari partai Golongan Karya (Golkar), sementara sisanya membatasi jabatan yang cukup tinggi di perusahaan yang dimiliki Bakrie.

Sharif adalah sosok yang dekat dengan keluarga Bakrie. Aburizal Bakrie, yang juga politikus Golkar adalah rekannya, sehingga wajar seandainya Sharif kini dipercaya jadi komisaris utama.

Kehadiran Sharif bahkan diduga jadi penyebab berubahnya warna kostum Persija. Buah asuhan Ivan Kolev hal yang demikian mengaplikasikan warna kuning yang identik dengan partai Golkar, dikala menjalani perlombaan kualifikasi Liga Champions Asia.

Sedangkan, selama berdiri Persija tidak pernah mengaplikasikan warna hal yang demikian. Ferry Paulus bahkan menerangkan tentang hal ini. “Itu [Sharif] memang menjadi bagian dari komisaris, itu memang ada. Tapi tidak ada hubungannya dengan jersey,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan Bakrie bakal mempunyai saham di Persija dikala IPO telah terlaksana. Termasuk Nirwan Bakrie yang adalah wakil ketua awam PSSI pada masa Nurdin Halid.

Dari [Grup] Bakrie, ada juga yang lain-lainnya. Nantilah. Pemegang saham itu. [Nirwan Bakrie], Kita lihat saja nanti.”

Facebook Comments

About The Author

Fans Liga Inggris, Maniak Kick and Rush, tapi belum pernah nonton langsung di Stadion Inggris Sono, paling banter nonton bola tarkam.

Related posts